(lirik balonku)
akhdaru artinya hijau
abyadu artinya putih
akhmaru artinya merah
ashfaru artinya kuning
aswadu artinya hitam dor....
azraqu artinya biru
asmaru artinya coklat
banafsajiyyu warna ungu....
Kamis, 22 September 2016
Warna
Kamis, 03 Maret 2016
Tiga Maret
Ketika kepala penat dan pusing ada satu pesan masuk.
Tiga tahun yang lalu tepatnya 3-3-2013 merupakan hari yang membahagiakan dimana aku dan pangeranku bersanding berdua di pelaminan. Hanya rasa bahagia dan bersyukur atas anugerah yang Allah berikan kepada kami. Alhamdulillah kami dipertemukan oleh Allah atas nama cinta, Insya Allah satu untuk selamanya amin....
Kami senyum dan bersenda gurau selayaknya pasangan yang sudah mengenal begitu lama, padahal menuju akad nikah kita hanya bertemu empat kali itupun tidak mengobrol. Setelah diikrarkan ijab qobul kita baru mulai mengenal satu sama lain... Alhamdulillah masa perkenalan itu masih berlangsung sampai sekarang, masa dimana saling mengenal karakter masing-masing, saling memahami, saling percaya, saling menjaga dan tentunya belajar saling menyayangi..
Alhamdulillah walaupun sebelum menikah kami tidak ada komunikasi sama sekali, kalo semua itu karena Allah..insya Allah komunikasi setelah menikah pun dimudahkan oleh Allah.Mudah-mudahan kami bisa menjadi pasangan di dunia dan akherat amin.....
"Assalamu'alaikum ibu masih ngajar? ini bapak lagi berteduh di masjid. masjidnya nyaman. Bapak tadi adzan dhuhur di masjid ini"Nyes hati ini membacanyanya....sambil senyum-senyum sendiri aku bacanya hehehehe padahal masih kondisi ngajar. Rasa pusingku langsung sirna seketika. Sebuah sms yang mungkin bagi sebagian orang biasa saja, tapi bagiku sms ini sesuatu banget. Sms yang dikirimkan dari pangeranku :). Baru pertama kali pangeranku memanggilku "ibu". Padahal sudah tiga bulan aku resmi menjadi seorang ibu..
Tiga tahun yang lalu tepatnya 3-3-2013 merupakan hari yang membahagiakan dimana aku dan pangeranku bersanding berdua di pelaminan. Hanya rasa bahagia dan bersyukur atas anugerah yang Allah berikan kepada kami. Alhamdulillah kami dipertemukan oleh Allah atas nama cinta, Insya Allah satu untuk selamanya amin....
Kami senyum dan bersenda gurau selayaknya pasangan yang sudah mengenal begitu lama, padahal menuju akad nikah kita hanya bertemu empat kali itupun tidak mengobrol. Setelah diikrarkan ijab qobul kita baru mulai mengenal satu sama lain... Alhamdulillah masa perkenalan itu masih berlangsung sampai sekarang, masa dimana saling mengenal karakter masing-masing, saling memahami, saling percaya, saling menjaga dan tentunya belajar saling menyayangi..
Alhamdulillah walaupun sebelum menikah kami tidak ada komunikasi sama sekali, kalo semua itu karena Allah..insya Allah komunikasi setelah menikah pun dimudahkan oleh Allah.Mudah-mudahan kami bisa menjadi pasangan di dunia dan akherat amin.....
Jumat, 11 September 2015
Kelas 1 itu menyenangkan
Alhamdulillah tahun pelajaran tahun ini di amanahi di kelas 1 lagi. Senang sedih itu itu tergantung ketika dalam menghadapinya, bagiku di kelas 1 merupakan tantangan yang luar biasa dimana kita harus mengkondisikan anak-anak dari TK menuju SD. di awal-awal masih banyak yang harus dikondisikan, belum bisa ditinggal orang tuanya, masih menangis, harus tarik menarik, masih seperti anak TK, dll. itulah bahagianya di kelas 1. Bagi sebagian teman guru, di kelas 1 itu merupakan beban tersendiri karena memang jadi guru kelas 1 g bisa kemana-mana harus standby di kelas mengawasi. Berat???? itu dulu yang kurasakan ketika pertama kali di kelas 1. Sekarang???? alhamdulillah sudah bahagia di kelas 1. Walaupun kadang ada yang eek di celana, pipis di celana...itung-itung belajar menjadi seorang ibu ^_~. Pokoknya disyukuri dan dinikmati saja.....
Kamis, 05 Maret 2015
Kuatkan Hatimu Nak.....
Hari ini pelajarannya mengenai identitas diri dan keluarga,
sejauh mana anak-anak kelas 1 mengenal dirinya sendiri dan keluarga intinya.
Dengan ku awali memberikan contoh identitas diri dan keluarga yang ku gambarkan
di papan tulis. Anak-anak pun mulai paham dan bisa membuat identitas diri dan
keluarga mereka masing-masing. Saat ku cek satu per satu, ada satu anak yang
membuatku selalu penasaran dengannya. Sambil mengecek aku mengobrol ringan
dengan anak tersebut. Ku tanya kan satu per satu yang nama-nama yang dituliskan
di bukunya. Dengan sangat polosnya dia menceritakan keluarganya panjang lebar
kepadaku. Sambil menunjuk nama-nama saudaranya dia bercerita dengan semangat
“ini kakakku yang di Jakarta, ini yang sragen, ini yang di magelang…..”
Aku baru tau ternyata ayahnya sudah menikah sebanyak tiga
kali, setauku hanya dua kali. Istri yang pertama berada di Jakarta (kemungkinan
sudah pisah), anaknya tersebut memanggilnya dengan panggilan “tante”. Ketemunya
hanya pas liburan sekolah. Istri yang kedua berada di Sragen(sudah cerai), dia
memanggilnya dengan panggilan “mama” karena yang melahirkannya dan membesarkan
sampai TK. Aku pernah ketemu dengan mamanya sewaktu awal-awal masuk SD, beliau
menjenguk ke sekolah (karena memang sudah kesepakatan tidak menjenguk di
rumah). Kemudian istri ketiga berada di magelang, dia memanggilnya dengan
sebutan “ibu” karena masih menjadi istri ayahnya sampai sekarang walaupun
berada jauh di sana dan si anak tidak merasa dirawat oleh si ibu. Karena saat
aku tanya “yang paling kamu sayangi siapa mas?. Dia menjawab “yang ada di
Jakarta dan Sragen ust, karena mereka yang sudah merawatku. Kalo yang di
magelang belum pernah merawatku”.
Saat ku tanya semakin detail dia mau meneteskan air matanya.
Tapi karena dia anak yang kuat dan hebat dia berusaha menahan air matanya
keluar sambil mengusap-usap matanya. Aku salut dengan kekuatan hatinya, saat
ini dia tinggal bersama ayahnya dan keluarga budhenya. Sungguh backup keluarga
yang luar biasa sehingga dia tetap tegar menghadapi masalah yang harus diterima
walaupun dia masih kecil. Setelah mendengar ceritanya aku langsung bilang
“ Mas, nanti kalo kamu udah besar jangan seperti ayahmu ya…kalo punya istri cukup 1 aja ya”
Tanpa berkata apa-apa dia menganggukan kepala tanda
mengiyakan, aku g tau dia paham maksudku atau tidak. Karena dia hanya seorang
murid kelas 1 SD yang polos… semoga pesanku itu bisa membekas di dalam hatinya
dan mengingatkan sampai dewasa nanti.
Keluarga yang broken home memang yang tragis adalah nasib
anaknya, orang tuanya tidak pernah memikirkan perasaan anaknya hanya
mementingkan dirinya. Kebanyakan anak dari keluarga broken home mereka dari
tingkah lakunya susah di atur karena kekurangan kasih sayang. Seharusnya
keluarga besarlah yang mengbackup semua supaya anak bisa tumbuh dengan
semestinya dan tanpa kekurangan kasih sayang.
Anak didikku ini memang kemandiriannya teruji, saat dia
sakit selama 1 minggu di rumah ibunya tidak merawatnya karena ibunya punya anak
kecil yang g bisa ditinggal dan takut ketularan juga (sakit cacar air). Jadi
yang merawatnya ayah dan keluarga budhenya. Budhenya bercerita saat semua pada masuk
kerja, dia hanya di rumah sendirian karena di rumah tidak ada pembantu adanya
hanya orang yang menyeterika itupun datangnya jam 10an setelah selesai pulang.
Dia juga bisa menggoreng telur sendiri kalo tidak ada lauk.
Saat sakit dia juga manfaatkan untuk belajar. Jangan salah setiap aku tanya
“belajar sama siapa?”. Dia bilangnya “belajar sendiri ust..”. subhanallah,
jarang-jarang ada anak seperti ini. Banyak masalah yang seharusnya belum dia
tahu tapi dia bisa kuat dan tegar…
Ya Allah berilah dia kesabaran dan ketegaran dalam menjalani
kehidupannya. Dia masih sangat dini untuk tahu semua masalah dalam keluarganya,
kuatkan dia ya Allah. Semoga kelak dia menjadi anak yang sholeh, berbakti
kepada orang tuanya (termasuk ibu tirinya dan istri pertama ayahnya). Kuatkan
hatinya ya Allah dan semoga selalu istiqomah di jalanMu.. Berilah kemudahan
ilmu padanya ya Allah, semoga kelak dia menjadi orang yang sukses dan
bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa… amin….
I love u nak…..
Rabu, 25 Februari 2015
Permen Penertib Sholat
Permen penertib sholat??? emang ada ya????
Anak-anak kelas 1 ketika sholat baru mengkondisikan aja luar biasa hebohnya ada yang tendang-tendangan, ada yang menjahili temannya, ada yang asyik mainan dengan temannya, dan lain sebagainya... Apalagi ketika sholat, bisa-bisanya pas sholat ada yang nangis karena di injak kaki sama temannya. waduh.......harus cari akal biar anak-anak jadi tertib sholat. Ketika di loker ada permen, aha......ada ide...
Kadang aku lupa menyiapkan permen untuk anak-anak, karena ada yang sangat kreatif kadang ada yang tiba-tiba mendekati ku
Anak-anak kelas 1 ketika sholat baru mengkondisikan aja luar biasa hebohnya ada yang tendang-tendangan, ada yang menjahili temannya, ada yang asyik mainan dengan temannya, dan lain sebagainya... Apalagi ketika sholat, bisa-bisanya pas sholat ada yang nangis karena di injak kaki sama temannya. waduh.......harus cari akal biar anak-anak jadi tertib sholat. Ketika di loker ada permen, aha......ada ide...
"teman-teman akan ustadzah pilih 2 siswa yang terbaik dalam sholat. nanti akan ustadzah kasih permen"Nah, dengan jurus permen akhirnya banyak juga yang tertib, tapi tetep aja ada beberapa anak spesial yang sampai saat ini sholatnya tidak pernah tertib... tapi masih bisa di kendalikan.....
Kadang aku lupa menyiapkan permen untuk anak-anak, karena ada yang sangat kreatif kadang ada yang tiba-tiba mendekati ku
"ustadzah, ini ada permen buat yang tertib"subhanallah bisa-bisanya anak ini menyiapkan hadiah untuk temannya. tapi yang ngasih seperti ini dia yang jarang dapat hadiah jadi intinya dia pengen dapat hadiah tapi udah menyediakan sendiri hehehehehe
Inspirasi Pagi
Jadi tambah semangat nich, setelah baca pengalaman seorang Peneliti Pasar yang rela cuti demi ikut Kelas Inspirasi (Anies Baswedan)..... mereka hanya mengajar 1 hari di SD persiapannya luar biasa.... ini comment yang membuat aku ketawa hehehehe....
Pengalaman kelas inspirasi ini mengubah pandangan gua terhadap guru SD. Gua tau ngajar anak kecil susah, tapi gua ga pernah bayangin sesusah hari ini. Gua dan temen-temen lainnya mungkin cuma sehari, tapi guru SDnya kan tiap hari, dan mereka masih hidup. Sakti!Dan yang paling membuat aku semangat mengajar hari ini adalah surat Anies Baswedan yang ditujukan kepada peserta Kelas Inspirasi sebelum mereka terjun ke SD.... Ini isi suratnya
Gimana sangat super kan??????? sebuah motivasi yang sangat luar biasa dimana kita harus selalu menanamkan bibit semangat dan menumbuhkan mimpi pada anak-anak. Walaupun mereka ada yang pendiam dan tidak sedikit yang buandel, ya wajar anak SD.... mereka yang nantinya jadi orang-orang sukses....SEMANGAT MENGAJAR!!!!Saya menulis surat ini untuk menegaskan apresiasi kita semua atas kesediaan Anda menjadi sumber inspirasi besok.Saat briefing beberapa waktu yang lalu, kita bertemu dengan begitu banyak teman baru. Besok, saat Anda mendatangi sekolah, boleh jadi Anda merasa belum kenal dekat teman-teman yang bertugas bersama di sekolah itu. Tapi saya yakin bahwa sesungguhnya kita semua sudah sangat saling kenal. Anda dan teman-teman semua yang hadir di SD itu adalah anak-anak negeri yang di hatinya mengakar rasa cinta yg luar biasa kepada Indonesia kita.
Anda menyatakan siap ambil cuti, mau jadi guru sehari. Anda siap untuk repot-repot karena cintanya kepada bangsa ini.
Profesi bisa lain, sektor boleh beda tapi cinta kita kepada bangsa ini sama-sama dalam, tulus dan sepenuh hati. Itulah kesamaan identitas kita semua. Itulah kesamaan para pengajar Kelas Inspirasi ini. Cinta bangsa itulah yang membawa Anda pilih turun tangan, ikut mewarnai masa depan.
Besok Anda akan mengajar. Anda bersiap menyongsong anak-anak SD itu dan mereka pun menanti kedatangan Anda.
Datangi mereka dengan hati dan sepenuh hati. Peragakan cara Anda meraih keberhasilan, tunjukkan bahwa integritas, kompetensi, kerja keras, ketangguhan dan kemandirian adalah resep yang powerful. Izinkan mereka terpana, ajak mereka bermimpi, lepaskan imajinasi itu melangit, biarkan mata mereka berbinar melihat Anda dan mendengar cerita Anda.Ya, secara fisik Anda cuma beberapa jam di sekolah itu, tetapi inspirasi yang Anda tanamkan bisa hidup amat lama, bisa tumbuh amat kuat. Anda datang dengan hati, dan merekapun akan menerima Anda dengan hati. Kehadiran dengan hati itu sungguh dahsyat efeknya. Anda bisa menginspirasi mereka, yang efeknya amat panjang. Biarkan cerita Anda, wajah Anda, ketulusan Anda dan semangat Anda jadi bagian dari narasi mimpi mereka.
Semoga, suatu saat kelak, mereka jadi seseorang dan bercerita bahwa inspirasinya tumbuh saat Anda, kakak sebangsanya, datang ke sekolahnya. Biarkan mereka menyimpan cerita Anda sebagai bagian dari semangat memenangkan masa depannya.
Anak-anak memang perlu dirangsang untuk menerbangkan mimpinya amat tinggi, lalu lewat kerja keras yang cerdas dan doa yang tulus mereka diajak untuk -bukan cuma meraih mimpi- tapi diajak untuk melampaui mimpinya. Ya, ajaklah mereka untuk melampaui mimpinya...Anda -dan para guru di SD itu- akan bisa berkata kepada diri sendiri bahwa Anda bukan bagian dari yang menggerogoti bangsa apalagi merusak tatanan masa depan. Anda dan semua guru SD itu adalah bagian dari yang ikut menanamkan bibit masa depan yang lebih baik. Sekecil apapun bibit yang Anda rasa telah ditanamkan, ia bisa tumbuh amat besar dan melampaui dugaan kita.
Selamat bertugas, selamat menanamkan bibit semangat, selamat menumbuhkan mimpi. Pada anak-anak SD itu ada pantulan wajah masa depan Indonesia kita. Besok Anda akan jadi saksi awal dan jadi pewarna atas potret masa depan negeri kita. Di depan ruang kelas itu, setiap menit, setiap gerak dan setiap tutur Anda adalah pewarna masa depan itu. Warnailah masa depan itu dengan kecemerlangan.
Sekali lagi, selamat menginspirasi dan sampai jumpa dalam pertemuan hari Sabtu depan.
Salam hangat,Anies Baswedan
Selasa, 24 Februari 2015
Ketika Jilbab Lebarmu Mencetak Lekuk Tubuhmu
Seorang sahabat Muslimah menceritakan, di sebuah majelis ia bertemu
ummahat dan sedikit berbincang soal jilbab alias kerudung. Sampai
akhirnya beliau bertanya,”Dek, kamu suka pakai jilbab langsungan?”
Yang ia maksud dengan jilbab langsungan adalah kerudung bergo atau kerudung instan yang bisa langsung dipakai.
“Kadang, Mbak. Ganti-ganti, kenapa memangnya?”
“Mending pakai kerudung segi empat macam gini. Coba lihat ibu yang pakai jilbab ungu itu…,” beliau mulai menunjuk punggung seorang wanita berkerudung lebar sepaha tapi kemungkinan berbahan spandex atau jersey.
Yang ia maksud dengan jilbab langsungan adalah kerudung bergo atau kerudung instan yang bisa langsung dipakai.
“Kadang, Mbak. Ganti-ganti, kenapa memangnya?”
“Mending pakai kerudung segi empat macam gini. Coba lihat ibu yang pakai jilbab ungu itu…,” beliau mulai menunjuk punggung seorang wanita berkerudung lebar sepaha tapi kemungkinan berbahan spandex atau jersey.
“Oh…, nyeplak ya mbak?”
“Iya, saya sampai risih, Dek… Lihat, BH-nya sampai kelihatan banget, kan?”
“Iya sih, Mbak. Dulu sampai ada yang melarang akhwat pakai jersey atau spandex keluar rumah.”
“Memang, mending pakai segi empat dan bahan yang aman. Ya daripada pakai jilbab lebar dengan harapan aman, tapi malah memperlihatlan lekuk tubuh gitu..”
Dan memang sahabat Muslimah itu mengamati beberapa akhwat dengan kerudung model bergo tapi bahannya memperlihatkan lekuk tubuh hingga seperti ‘tanpa jilbab dan baju’.
Dalam kitab Jilbab Mar’ah Muslimah disebutkan bahwa jilbab disyaratkan harus terbuat dari kain yang tebal, sebab yang namanya menutup tidak akan terwujud, kecuali dengan bahan penutup yang tebal. Adapun bila kain penutup tadi tipis, maka hanya akan menambah daya tarik bagi si wanita yang mengenakannya atau malah menjadi perhiasan baginya.
Berkenaan hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menubuwahkan, “Pada akhir zaman nanti akan ada wanita-wanita dari kalanganumatku yang berpakaian, namun pada hakekatnya mereka telanjang.”
“Yang dimaksud oleh Nabi,” terang Ibnu Abdil Barr, “Adalah para wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, belum menutup atau menyembunyikan tubuh yang sebenarnya. Mereka itu berpakaian, namun pada hakekatnya masih telanjang.”
Khalifah Umar bin Al Khathab pernah membagikan baju qibthiyah dari Mesir kepada orang-orang, kemudian berkata, “Jangan kalian pakaikan baju-baju ini kepada istri-istri kalian!”
Namun ada salah seorang yang menyahut, “Wahai Amirul Mukminin, saya telah memakaikannya kepada istri saya, dan telah aku pandangi dari arah muka maupun belakang, yang ternyata pakaian tadi tidaklah tergolong pakaian tipis.”
Maka Umar menjawab, “Sekalipun tidak tipis, namun pakaian itu tetap menggambarkan (lekuk tubuh).”
Dalam sebuah atsar disebutkan, Hafshah binti Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi Aisyah dengan mengenakan kerudung tipis yang masih menggambarkan keningnya. Lalu, Aisyah pun merobek kerudung yang dia pakai sambil berkata, “Apakah kau tidak tahu ayat yang telah diturunkan oleh Allah di dalam surat An-Nur?”
Kemudian ‘Aisyah mengambilkan kerudung lain yang tebal, lalu dipakaikan kepada keponakannya itu.
http://www.fimadani.com/ketika-jilbab-lebarmu-mencetak-lekuk-tubuhmu/“Iya, saya sampai risih, Dek… Lihat, BH-nya sampai kelihatan banget, kan?”
“Iya sih, Mbak. Dulu sampai ada yang melarang akhwat pakai jersey atau spandex keluar rumah.”
“Memang, mending pakai segi empat dan bahan yang aman. Ya daripada pakai jilbab lebar dengan harapan aman, tapi malah memperlihatlan lekuk tubuh gitu..”
Dan memang sahabat Muslimah itu mengamati beberapa akhwat dengan kerudung model bergo tapi bahannya memperlihatkan lekuk tubuh hingga seperti ‘tanpa jilbab dan baju’.
Dalam kitab Jilbab Mar’ah Muslimah disebutkan bahwa jilbab disyaratkan harus terbuat dari kain yang tebal, sebab yang namanya menutup tidak akan terwujud, kecuali dengan bahan penutup yang tebal. Adapun bila kain penutup tadi tipis, maka hanya akan menambah daya tarik bagi si wanita yang mengenakannya atau malah menjadi perhiasan baginya.
Berkenaan hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menubuwahkan, “Pada akhir zaman nanti akan ada wanita-wanita dari kalanganumatku yang berpakaian, namun pada hakekatnya mereka telanjang.”
“Yang dimaksud oleh Nabi,” terang Ibnu Abdil Barr, “Adalah para wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, belum menutup atau menyembunyikan tubuh yang sebenarnya. Mereka itu berpakaian, namun pada hakekatnya masih telanjang.”
Khalifah Umar bin Al Khathab pernah membagikan baju qibthiyah dari Mesir kepada orang-orang, kemudian berkata, “Jangan kalian pakaikan baju-baju ini kepada istri-istri kalian!”
Namun ada salah seorang yang menyahut, “Wahai Amirul Mukminin, saya telah memakaikannya kepada istri saya, dan telah aku pandangi dari arah muka maupun belakang, yang ternyata pakaian tadi tidaklah tergolong pakaian tipis.”
Maka Umar menjawab, “Sekalipun tidak tipis, namun pakaian itu tetap menggambarkan (lekuk tubuh).”
Dalam sebuah atsar disebutkan, Hafshah binti Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi Aisyah dengan mengenakan kerudung tipis yang masih menggambarkan keningnya. Lalu, Aisyah pun merobek kerudung yang dia pakai sambil berkata, “Apakah kau tidak tahu ayat yang telah diturunkan oleh Allah di dalam surat An-Nur?”
Kemudian ‘Aisyah mengambilkan kerudung lain yang tebal, lalu dipakaikan kepada keponakannya itu.
Langganan:
Postingan (Atom)





