Blogger Widgets

Rabu, 26 Oktober 2016

Alat Tulis

Ayo nyanyikan lagu Ibu Kartini dan kita ubah syairnya...
hazihi mimsahtun ini penghapus
hazihi kurrasatun ini buku tulis
hazihi sabburatun ini papan tulis
hazihi tabsyuratun ini kapur tulis
haza haza haza kitabun
wahaza firjarun
mari-mari kita hafalkan
agar kita pintar

Kamis, 22 September 2016

Warna

(lirik balonku)
akhdaru artinya hijau
abyadu artinya putih
akhmaru artinya merah
ashfaru artinya kuning
aswadu artinya hitam dor....
azraqu artinya biru
asmaru artinya coklat
banafsajiyyu warna ungu....

Kamis, 03 Maret 2016

Tiga Maret

Ketika kepala penat dan pusing ada satu pesan masuk.
"Assalamu'alaikum ibu masih ngajar? ini bapak lagi berteduh di masjid. masjidnya nyaman. Bapak tadi adzan dhuhur di masjid ini"
Nyes hati ini membacanyanya....sambil senyum-senyum sendiri aku bacanya hehehehe padahal masih kondisi ngajar. Rasa pusingku langsung sirna seketika. Sebuah sms yang mungkin bagi sebagian orang biasa saja, tapi bagiku sms ini sesuatu banget. Sms yang dikirimkan dari pangeranku :). Baru pertama kali pangeranku memanggilku "ibu". Padahal sudah tiga bulan aku resmi menjadi seorang ibu..
Tiga tahun yang lalu tepatnya 3-3-2013 merupakan hari yang membahagiakan dimana aku dan pangeranku bersanding berdua di pelaminan. Hanya rasa bahagia dan bersyukur atas anugerah yang Allah berikan kepada kami. Alhamdulillah kami dipertemukan oleh Allah atas nama cinta, Insya Allah satu untuk selamanya amin....

Kami senyum dan bersenda gurau selayaknya pasangan yang sudah mengenal begitu lama, padahal menuju akad nikah kita hanya bertemu empat kali itupun tidak mengobrol. Setelah diikrarkan ijab qobul kita baru mulai mengenal satu sama lain... Alhamdulillah masa perkenalan itu masih berlangsung sampai sekarang, masa dimana saling mengenal karakter masing-masing, saling memahami, saling percaya, saling menjaga dan tentunya belajar saling menyayangi..
Alhamdulillah walaupun sebelum menikah kami tidak ada komunikasi sama sekali, kalo semua itu karena Allah..insya Allah komunikasi setelah menikah pun dimudahkan oleh Allah.Mudah-mudahan kami bisa menjadi pasangan di dunia dan akherat amin.....

Jumat, 11 September 2015

Kelas 1 itu menyenangkan

Alhamdulillah tahun pelajaran tahun ini di amanahi di kelas 1 lagi. Senang sedih itu itu tergantung ketika dalam menghadapinya, bagiku di kelas 1 merupakan tantangan yang luar biasa dimana kita harus mengkondisikan anak-anak dari TK menuju SD. di awal-awal masih banyak yang harus dikondisikan,  belum bisa ditinggal orang tuanya, masih menangis, harus tarik menarik, masih seperti anak TK, dll. itulah bahagianya di kelas 1. Bagi sebagian teman guru, di kelas 1 itu merupakan beban tersendiri karena memang jadi guru kelas 1 g bisa kemana-mana harus standby di kelas mengawasi. Berat???? itu dulu yang kurasakan ketika pertama kali di kelas 1. Sekarang???? alhamdulillah sudah bahagia di kelas 1. Walaupun kadang ada yang eek di celana, pipis di celana...itung-itung belajar menjadi seorang ibu ^_~. Pokoknya disyukuri dan dinikmati saja.....


Kamis, 05 Maret 2015

Kuatkan Hatimu Nak.....




Hari ini pelajarannya mengenai identitas diri dan keluarga, sejauh mana anak-anak kelas 1 mengenal dirinya sendiri dan keluarga intinya. Dengan ku awali memberikan contoh identitas diri dan keluarga yang ku gambarkan di papan tulis. Anak-anak pun mulai paham dan bisa membuat identitas diri dan keluarga mereka masing-masing. Saat ku cek satu per satu, ada satu anak yang membuatku selalu penasaran dengannya. Sambil mengecek aku mengobrol ringan dengan anak tersebut. Ku tanya kan satu per satu yang nama-nama yang dituliskan di bukunya. Dengan sangat polosnya dia menceritakan keluarganya panjang lebar kepadaku. Sambil menunjuk nama-nama saudaranya dia bercerita dengan semangat

“ini kakakku yang di Jakarta, ini yang sragen, ini yang di magelang…..”

Aku baru tau ternyata ayahnya sudah menikah sebanyak tiga kali, setauku hanya dua kali. Istri yang pertama berada di Jakarta (kemungkinan sudah pisah), anaknya tersebut memanggilnya dengan panggilan “tante”. Ketemunya hanya pas liburan sekolah. Istri yang kedua berada di Sragen(sudah cerai), dia memanggilnya dengan panggilan “mama” karena yang melahirkannya dan membesarkan sampai TK. Aku pernah ketemu dengan mamanya sewaktu awal-awal masuk SD, beliau menjenguk ke sekolah (karena memang sudah kesepakatan tidak menjenguk di rumah). Kemudian istri ketiga berada di magelang, dia memanggilnya dengan sebutan “ibu” karena masih menjadi istri ayahnya sampai sekarang walaupun berada jauh di sana dan si anak tidak merasa dirawat oleh si ibu. Karena saat aku tanya “yang paling kamu sayangi siapa mas?. Dia menjawab “yang ada di Jakarta dan Sragen ust, karena mereka yang sudah merawatku. Kalo yang di magelang belum pernah merawatku”.

Saat ku tanya semakin detail dia mau meneteskan air matanya. Tapi karena dia anak yang kuat dan hebat dia berusaha menahan air matanya keluar sambil mengusap-usap matanya. Aku salut dengan kekuatan hatinya, saat ini dia tinggal bersama ayahnya dan keluarga budhenya. Sungguh backup keluarga yang luar biasa sehingga dia tetap tegar menghadapi masalah yang harus diterima walaupun dia masih kecil. Setelah mendengar ceritanya aku langsung bilang

“ Mas, nanti kalo kamu udah besar jangan seperti ayahmu ya…kalo punya istri cukup 1 aja ya”

Tanpa berkata apa-apa dia menganggukan kepala tanda mengiyakan, aku g tau dia paham maksudku atau tidak. Karena dia hanya seorang murid kelas 1 SD yang polos… semoga pesanku itu bisa membekas di dalam hatinya dan mengingatkan sampai dewasa nanti.

Keluarga yang broken home memang yang tragis adalah nasib anaknya, orang tuanya tidak pernah memikirkan perasaan anaknya hanya mementingkan dirinya. Kebanyakan anak dari keluarga broken home mereka dari tingkah lakunya susah di atur karena kekurangan kasih sayang. Seharusnya keluarga besarlah yang mengbackup semua supaya anak bisa tumbuh dengan semestinya dan tanpa kekurangan kasih sayang.
Anak didikku ini memang kemandiriannya teruji, saat dia sakit selama 1 minggu di rumah ibunya tidak merawatnya karena ibunya punya anak kecil yang g bisa ditinggal dan takut ketularan juga (sakit cacar air). Jadi yang merawatnya ayah dan keluarga budhenya. Budhenya bercerita saat semua pada masuk kerja, dia hanya di rumah sendirian karena di rumah tidak ada pembantu adanya hanya orang yang menyeterika itupun datangnya jam 10an setelah selesai pulang. 

Dia juga bisa menggoreng telur sendiri kalo tidak ada lauk. Saat sakit dia juga manfaatkan untuk belajar. Jangan salah setiap aku tanya “belajar sama siapa?”. Dia bilangnya “belajar sendiri ust..”. subhanallah, jarang-jarang ada anak seperti ini. Banyak masalah yang seharusnya belum dia tahu tapi dia bisa kuat dan tegar…

Ya Allah berilah dia kesabaran dan ketegaran dalam menjalani kehidupannya. Dia masih sangat dini untuk tahu semua masalah dalam keluarganya, kuatkan dia ya Allah. Semoga kelak dia menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tuanya (termasuk ibu tirinya dan istri pertama ayahnya). Kuatkan hatinya ya Allah dan semoga selalu istiqomah di jalanMu.. Berilah kemudahan ilmu padanya ya Allah, semoga kelak dia menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa… amin….
I love u nak…..

Rabu, 25 Februari 2015

Permen Penertib Sholat

Permen penertib sholat??? emang ada ya????
Anak-anak kelas 1 ketika sholat baru mengkondisikan aja luar biasa hebohnya ada yang tendang-tendangan, ada yang menjahili temannya, ada yang asyik mainan dengan temannya, dan lain sebagainya... Apalagi ketika sholat, bisa-bisanya pas sholat ada yang nangis karena di injak kaki sama temannya. waduh.......harus cari akal biar anak-anak jadi tertib sholat. Ketika di loker ada permen, aha......ada ide...
"teman-teman akan ustadzah pilih 2 siswa yang terbaik dalam sholat. nanti akan ustadzah kasih permen"
Nah, dengan jurus permen akhirnya banyak juga yang tertib, tapi tetep aja ada beberapa anak spesial yang sampai saat ini sholatnya tidak pernah tertib... tapi masih bisa di kendalikan.....
Kadang aku lupa menyiapkan permen untuk anak-anak, karena ada yang sangat kreatif kadang ada yang tiba-tiba mendekati ku
"ustadzah, ini ada permen buat yang tertib"
subhanallah bisa-bisanya anak ini menyiapkan hadiah untuk temannya. tapi yang ngasih seperti ini dia yang jarang dapat hadiah jadi intinya dia pengen dapat hadiah tapi udah menyediakan sendiri hehehehehe

Inspirasi Pagi



Jadi tambah semangat nich, setelah baca pengalaman seorang Peneliti Pasar yang rela cuti demi ikut Kelas Inspirasi (Anies Baswedan)..... mereka hanya mengajar 1 hari di SD persiapannya luar biasa.... ini comment yang membuat aku ketawa hehehehe....
Pengalaman kelas inspirasi ini mengubah pandangan gua terhadap guru SD. Gua tau ngajar anak kecil susah, tapi gua ga pernah bayangin sesusah hari ini. Gua dan temen-temen lainnya mungkin cuma sehari, tapi guru SDnya kan tiap hari, dan mereka masih hidup. Sakti!
Dan yang paling membuat aku semangat mengajar hari ini adalah surat Anies Baswedan yang ditujukan kepada peserta Kelas Inspirasi sebelum mereka terjun ke SD.... Ini isi suratnya
Saya menulis surat ini untuk menegaskan apresiasi kita semua atas kesediaan Anda menjadi sumber inspirasi besok.
Saat briefing beberapa waktu yang lalu, kita bertemu dengan begitu banyak teman baru. Besok, saat Anda mendatangi sekolah, boleh jadi Anda merasa belum kenal dekat teman-teman yang bertugas bersama di sekolah itu. Tapi saya yakin bahwa sesungguhnya kita semua sudah sangat saling kenal. Anda dan teman-teman semua yang hadir di SD itu adalah anak-anak negeri yang di hatinya mengakar rasa cinta yg luar biasa kepada Indonesia kita.


Anda menyatakan siap ambil cuti, mau jadi guru sehari. Anda siap untuk repot-repot karena cintanya kepada bangsa ini.


Profesi bisa lain, sektor boleh beda tapi cinta kita kepada bangsa ini sama-sama dalam, tulus dan sepenuh hati. Itulah kesamaan identitas kita semua. Itulah kesamaan para pengajar Kelas Inspirasi ini. Cinta bangsa itulah yang membawa Anda pilih turun tangan, ikut mewarnai masa depan.


Besok Anda akan mengajar. Anda bersiap menyongsong anak-anak SD itu dan mereka pun menanti kedatangan Anda.


Datangi mereka dengan hati dan sepenuh hati. Peragakan cara Anda meraih keberhasilan, tunjukkan bahwa integritas, kompetensi, kerja keras, ketangguhan dan kemandirian adalah resep yang powerful. Izinkan mereka terpana, ajak mereka bermimpi, lepaskan imajinasi itu melangit, biarkan mata mereka berbinar melihat Anda dan mendengar cerita Anda.
Ya, secara fisik Anda cuma beberapa jam di sekolah itu, tetapi inspirasi yang Anda tanamkan bisa hidup amat lama, bisa tumbuh amat kuat. Anda datang dengan hati, dan merekapun akan menerima Anda dengan hati. Kehadiran dengan hati itu sungguh dahsyat efeknya. Anda bisa menginspirasi mereka, yang efeknya amat panjang. Biarkan cerita Anda, wajah Anda, ketulusan Anda dan semangat Anda jadi bagian dari narasi mimpi mereka.


Semoga, suatu saat kelak, mereka jadi seseorang dan bercerita bahwa inspirasinya tumbuh saat Anda, kakak sebangsanya, datang ke sekolahnya. Biarkan mereka menyimpan cerita Anda sebagai bagian dari semangat memenangkan masa depannya.


Anak-anak memang perlu dirangsang untuk menerbangkan mimpinya amat tinggi, lalu lewat kerja keras yang cerdas dan doa yang tulus mereka diajak untuk -bukan cuma meraih mimpi- tapi diajak untuk melampaui mimpinya. Ya, ajaklah mereka untuk melampaui mimpinya...  
Anda -dan para guru di SD itu- akan bisa berkata kepada diri sendiri bahwa Anda bukan bagian dari yang menggerogoti bangsa apalagi merusak tatanan masa depan. Anda dan semua guru SD itu adalah bagian dari yang ikut menanamkan bibit masa depan yang lebih baik. Sekecil apapun bibit yang Anda rasa telah ditanamkan, ia bisa tumbuh amat besar dan melampaui dugaan kita.


Selamat bertugas, selamat menanamkan bibit semangat, selamat menumbuhkan mimpi. Pada anak-anak SD itu ada pantulan wajah masa depan Indonesia kita. Besok Anda akan jadi saksi awal dan jadi pewarna atas potret masa depan negeri kita. Di depan ruang kelas itu, setiap menit, setiap gerak dan setiap tutur Anda adalah pewarna masa depan itu. Warnailah masa depan itu dengan kecemerlangan.


Sekali lagi, selamat menginspirasi dan sampai jumpa dalam pertemuan hari Sabtu depan.


Salam hangat,
Anies Baswedan
Gimana sangat super kan??????? sebuah motivasi yang sangat luar biasa dimana kita harus selalu menanamkan bibit semangat dan menumbuhkan mimpi pada anak-anak. Walaupun mereka ada yang pendiam dan tidak sedikit yang buandel, ya wajar anak SD.... mereka yang nantinya jadi orang-orang sukses....SEMANGAT MENGAJAR!!!!